Wajah adalah cerminan usia, kesehatan, dan rasa percaya diri seseorang. Seiring bertambahnya usia, kulit kehilangan elastisitasnya garis halus mulai muncul, pipi tampak kendur, dan rahang menjadi kurang tegas. Meski penuaan adalah proses alami, banyak orang ingin memperlambat tanda-tanda tersebut agar tetap terlihat segar dan muda.
Salah satu prosedur medis yang paling efektif untuk tujuan ini adalah facelift, atau dalam istilah medis dikenal sebagai rhytidectomy. Operasi ini dirancang untuk mengencangkan kulit wajah dan leher, mengembalikan kontur alami wajah tanpa membuatnya terlihat “palsu” atau berlebihan.
Facelift adalah tindakan bedah estetika yang bertujuan mengurangi tanda-tanda penuaan pada wajah dan leher. Prosedur ini dilakukan dengan mengangkat jaringan kulit dan otot yang kendur, kemudian menegangkannya secara alami agar wajah tampak lebih muda, segar, dan proporsional.
Berbeda dari perawatan non-bedah seperti filler atau botox yang hanya memberikan efek sementara, facelift bekerja pada lapisan kulit yang lebih dalam. Inilah yang membuat hasil facelift dapat bertahan lama, biasanya antara 8 hingga 15 tahun, tergantung teknik dan kondisi kulit pasien.
Penuaan adalah proses biologis yang tidak dapat dihentikan, tetapi bisa diperlambat. Ada beberapa faktor utama yang menyebabkan kulit wajah kehilangan kekencangannya, di antaranya:
Penurunan Produksi Kolagen dan Elastin
Kolagen dan elastin adalah protein penting yang menjaga kulit tetap kenyal dan kencang. Setelah usia 30 tahun, produksinya menurun sekitar 1–2% per tahun.
Paparan Sinar Matahari (UV)
Paparan sinar UV mempercepat kerusakan serat kolagen dan mempercepat munculnya kerutan, terutama di area pipi dan sekitar mata.
Gaya Hidup Tidak Sehat
Merokok, kurang tidur, stres, serta pola makan buruk dapat mempercepat proses penuaan kulit.
Gravitasi dan Penurunan Volume Lemak Wajah
Seiring waktu, jaringan lemak yang menopang kulit wajah turun ke bawah akibat gravitasi, menyebabkan wajah tampak “turun” atau sagging.
Facelift membantu mengangkat kembali jaringan kulit dan otot yang turun, sehingga struktur wajah tampak seperti saat usia lebih muda bukan dengan menarik kulit berlebihan, melainkan dengan memulihkan posisi alami jaringan wajah.
Facelift tidak hanya satu jenis. Dalam dunia kedokteran estetika, prosedur ini memiliki beberapa teknik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan tingkat penuaan pasien. Berikut penjelasannya:
Cocok untuk pasien berusia 35–45 tahun yang mulai mengalami tanda penuaan ringan seperti garis halus dan sedikit kendur di area rahang atau pipi. Prosedur ini menggunakan sayatan kecil dan waktu pemulihan yang cepat, namun hasilnya bertahan lebih singkat (sekitar 5–7 tahun).
Diperuntukkan bagi pasien dengan kulit wajah kendur sedang hingga berat.
Dokter akan membuat sayatan di sekitar pelipis, telinga, dan garis rambut untuk mengangkat jaringan otot dan kulit. Teknik ini memberikan hasil yang lebih menyeluruh dan dapat bertahan 10–15 tahun.
Biasanya dilakukan bersamaan dengan facelift untuk mengencangkan area bawah wajah dan leher, menghilangkan “double chin” atau lipatan kulit leher.
Teknik paling modern dan canggih, menyasar lapisan otot terdalam sehingga hasilnya tampak sangat natural dan tidak kaku. Inilah metode yang digunakan di Ultimo Clinic, dikenal dengan istilah Extended Deep Plane Facelift & Necklift hasilnya lebih menyeluruh, tidak hanya mengencangkan kulit tetapi juga mengembalikan struktur wajah seperti semula.
Prosedur facelift harus dilakukan oleh dokter bedah plastik atau estetika berpengalaman karena menyangkut struktur wajah yang kompleks.
Secara umum, tahapan facelift adalah sebagai berikut:
Tahapan awal yang sangat penting. Dokter akan mengevaluasi kondisi kulit, elastisitas, dan area wajah yang memerlukan perbaikan. Pasien juga akan diberi informasi mengenai ekspektasi hasil, risiko, serta proses pemulihan.
Pasien menjalani pemeriksaan medis dan diminta berhenti merokok serta menghindari obat pengencer darah sebelum operasi. Dokter kemudian menentukan area sayatan sesuai kebutuhan.
Facelift dilakukan di bawah anestesi sedasi, tergantung durasi dan kompleksitas tindakan. Tujuannya agar pasien merasa nyaman dan tidak merasakan nyeri selama prosedur.
Dokter membuat sayatan di sekitar garis rambut, pelipis, atau di belakang telinga, agar bekas luka nantinya tersembunyi.Lapisan otot dan jaringan di bawah kulit akan diangkat dan dikencangkan, sementara kulit disesuaikan agar tampak halus dan alami.
Setelah struktur wajah diperbaiki, sayatan ditutup dengan jahitan halus atau perekat kulit khusus.Perban elastis dipasang untuk mengurangi pembengkakan dan menjaga bentuk wajah baru.
Setelah operasi, pasien dapat kembali ke rumah pada hari yang sama atau menginap satu malam untuk observasi. Proses pemulihan umumnya memakan waktu 10–14 hari sebelum pasien dapat beraktivitas normal.
Pasien biasanya mulai melihat perubahan signifikan setelah 2–3 minggu pasca operasi.
Wajah tampak lebih kencang, garis rahang kembali tegas, dan kulit terlihat lebih segar tanpa kehilangan ekspresi alami.
Hasil facelift tidak membuat seseorang menjadi “orang lain”, melainkan mengembalikan tampilan wajah seperti 10–15 tahun lebih muda.
Contohnya:
Garis senyum (nasolabial fold) menjadi lebih halus.
Pipi kendur kembali terangkat.
Rahang (jawline) lebih tegas dan rapi.
Leher tampak kencang dan bebas dari lipatan kulit.
Selain manfaat estetika yang jelas, facelift juga memberikan efek psikologis positif. Beberapa manfaat utamanya meliputi:
Meningkatkan Kepercayaan Diri
Wajah yang segar dan awet muda membuat pasien merasa lebih percaya diri dalam berinteraksi.
Efek Natural dan Tahan Lama
Dengan teknik modern seperti deep plane facelift, hasilnya tidak tampak “tertarik” atau kaku.
Mengembalikan Proporsi Wajah Ideal
Facelift memperbaiki kontur wajah, terutama pada bagian pipi dan rahang yang sering turun akibat gravitasi.
Meningkatkan Kualitas Kulit Secara Umum
Sirkulasi darah di wajah meningkat pasca tindakan, mendukung regenerasi sel kulit baru.
Meski tergolong aman, facelift tetap merupakan tindakan medis bedah yang memiliki risiko, seperti:
Pembengkakan atau memar ringan (hilang dalam 1–2 minggu).
Rasa kebas sementara di area sayatan.
Risiko infeksi (jarang terjadi bila dilakukan di klinik steril).
Bekas luka kecil yang biasanya memudar seiring waktu.
Kunci utamanya adalah memilih klinik dengan fasilitas lengkap dan dokter berpengalaman.
Misalnya di Ultimo Clinic, semua prosedur facelift dilakukan dengan standar rumah sakit internasional serta pemantauan pascaoperasi yang ketat.
Agar hasil facelift maksimal dan bertahan lama, pasien disarankan:
Menghindari aktivitas berat selama 2 minggu.
Mengonsumsi makanan sehat tinggi protein dan vitamin C.
Tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
Tidak merokok dan menghindari paparan sinar matahari langsung.
Menggunakan tabir surya dan skincare sesuai anjuran dokter.
Perawatan ini membantu mempercepat pemulihan jaringan dan menjaga kekencangan kulit lebih lama.
Facelift cocok untuk pria maupun wanita yang:
Berusia di atas 40 tahun,
Memiliki kulit kendur di wajah atau leher,
Mengalami penurunan garis rahang,
Menginginkan hasil alami tanpa perubahan ekstrem.
Namun pasien di bawah usia 40 tahun pun bisa mempertimbangkan mini facelift atau necklift jika tanda penuaan sudah mulai muncul lebih dini.
Facelift bukan sekadar prosedur kecantikan ini adalah bentuk rejuvenasi wajah menyeluruh yang membantu seseorang tampil lebih muda tanpa kehilangan ekspresi alami. Ketika dilakukan dengan teknik dan keahlian yang tepat, facelift mampu memberikan hasil yang natural, proporsional, dan tahan lama.
Kuncinya terletak pada pemilihan klinik dan dokter yang kredibel, karena tindakan ini menyentuh struktur anatomi wajah yang kompleks.