Men's Clinic Ultimo

Bagi Pria, vitalitas seksual menjadi menjadi sangat penting karena menyangkut kualitas hidup. Men’s Clinic Ultimo hadir untuk menjawab permasalahan pria dewasa. 

Namun diketahui lebih dari 50% pria usia diatas 40 tahun menderita disfungsi ereksi. Pria mengalami penurunan hormon testoteron sekitar 1% per tahun, saat memasuki usia 30 tahun. Penurunan ini akan menyebabkan fungsi beberapa organ akan mengalami gangguan. Selain kekurangan testoteron, ada beberapa faktor yang menyebabkan turunnya fungsi seksual yaitu faktor usia, kondisi tubuh yang sering kelelahan, konsumsi obat-obatan berlebih atau dalam jangka waktu yang panjang, nikotin tartar dalam rokok dan penyakit degeneratif seperti diabetes, jantung penyakit pemuluh darah. Men’s Clinic Ultimo melayani kebutuhan anda dengan menggabungkan teknologi tercanggih dengan tim terlatih.

Men’s Clinic Ultimo memberikan pelayanan sebagai berikut:

Berikut adalah perawatan Men's Clinic Ultimo
Tanya Jawab

“Low Intensity Shock Wave”
Menyembuhkan Penyakit Disfungsi Ereksi pada Pria

Disfungsi ereksi (DE), merupakan penyakit yang sering dialami oleh seorang pria. Selain dapat berdampak serius terhadap keharmonisan rumah tangga, DE juga dapat menurunkan rasa percaya diri hingga menggangu kinerja serta produktivitas seorang pria. Saat ini masih banyak pria yang tidak tahu harus kemana untuk mengatasi gangguan yang dialaminya ditambah lagi dengan faktor budaya yang menyebabkan mereka enggan untuk mencari pertolongan karena malu mengungkapkan keluhan tersebut dan kurangnya informasi bahwa penyakit tersebut dapat disembuhkan.

Disfungsi ereksi pada umumnya dapat disebabkan oleh dua faktor yaitu organik dan psikologis. Disfungsi ereksi yang disebabkan oleh faktor psikologis dapat disembuhkan dengan upaya menghilangkan pengaruh psikologis sebagai penyebab serta pemberiaan obat-obatan yang dapat membantu memperkuat ereksi. Disamping itu terdapat faktor – faktor organik yang berperan dalam menimbulkan gangguan DE diantaranya adalah darah tinggi, tingginya kadar kolesterol dalam darah, penyakit diabetes, penyakit jantung, penurunan kadar testosterone dan lain-lain. Efektivitas pengobatan DE yang disebabkan oleh faktor organik sangat tergantung pada kondisi jaringan erektil (corpora cavernosa) yang mengandung oto polos di dalam penis. Jika sebagian besar jaringan erektil sudah mengalami gangguan. maka efektivitas terapi dengan obat-obatan akan mengalami penurunan.

Pengobatan DE yang disebabkan oleh faktor organik dengan obat-obatan yang mengandung zat aktif seperti sildenafil sitrat pada prinsipnya hanya bertujuan untuk meningkatkan aliran darah ke dalam penis sedangkan kondisi jaringan erektil pada penis yang mengalami kerusakan akibat penyakit yang mendasarinya tidak dapat diperbaiki sehingga efektivitasnyapun sangat tergantung pada kondisi jaringan penis yang masih baik/berfungsi. Seringkali obat-obatan tersebut sudah tidak banyak bermanfaat akibat jaringan erektil pada penis yang mengalami kerusakan cukup luas sehingga kemampuan mengembang/relaksasi otot polos pada jaringan erektil terbatas sehingga penis tidak dapat ereksi secara optimal.

Jaringan erektil yang mengalami kerusakan tersebut saat ini sudah dapat diperbaiki dengan menggunakan “low intensity shock wave”. yaitu gelombang suara dengan intensitas rendah yang dihantarkan ke jaringan erektil sehingga akan pembentukan terjadi aliran darah baru /neovaskularisasi dan jaringan erektil yang terganggu dapat diperbaiki. Hal ini merupakan terobosan baru dalam penanganan DE.

Metode tersebut sudah banyak digunakan dinegara-negara Amerika dan Eropa. Dari hasil penelitian terhadap sejumlah pasien DE tipe organik yang menggunakan metode ini dilaporkan bahwa kemampuan ereksi membaik secara signifikan. Yang paling penting bahwa terapi dengan metode “low intensity shock wave” tidak menimbulkan efek samping sehingga sangat aman untuk pasien. Dengan menggunakan metode ini, jaringan erektil dapat disembuhkan sehingga kemampuan ereksi akan meningkat.

Tanya Jawab

Testosteron merupakan salah satu hormon yang menurun seiring pertambahan usia dan berperan pada banyak tanda-tanda penuaan. Penelitian menunjukkan bahwa penurunan terjadi lebih dari yang diharapkan dan menjadi epidemi.

Pencemaran lingkungan yang cenderung meningkat dan pengunaan bahan kimia dalam makanan atau minuman berdampak pada penurunan kadar testosteron tubuh. Kadar testosteron mulai menurun sekitar 1% per tahun mulai saat Anda berusia 30 tahun. Tidak mengherankan, lebih dari sekitar 50% pria setelah usia 40 tahun mulai mengalami gangguan fungsi ereksi.

Kadar testosteron yang rendah meningkatkan resiko penyakit berikut :

  • Penyakit Jantung
  • Diabetes Melitus Tipe 2
  • Penyakit Alzheimer
  • Osteoporosis
  • Disfungsi Ereksi

Penurunan testosterone juga dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti: kurang energi, kehilangan massa otot, meningkatnya lemak tubuh, kerontokan rambut, depresi dan emosi yang tidak stabil, penurunan gairah seksual, kehilangan vitalitas dan produktivitas. Penurunan testosterone juga dapat menyebabkan beberapa gejala, seperti: kurang energi, kehilangan massa otot, meningkatnya lemak tubuh, kerontokan rambut, depresi dan emosi yang tidak stabil, penurunan gairah seksual, kehilangan vitalitas dan produktivitas.

Please follow and like us:
error0
Tweet 20
fb-share-icon20