Mengencangkan Miss V Dengan Vaginoplasty

Mengencangkan Miss V Dengan Vaginoplasty

Wanita yang pernah melahirkan biasanya akan mengalami perubahan anatomis yang bisa mengganggu seperti bentuk tubuh yang semakin besar, kesulitan dalam mengontrol kencing, dan lain sebagainya. Perubahan tersebut juga terjadi di dalam vagina. Pada artikel ini, Ultimo akan membahas tentang Vaginoplasty yang bertujuan untuk mengencangkan miss v dan juga Labiaplasty yang juga merupakan bagian dari perawatan peremajaan miss v.

Pada vagina yang kendur, ototnya menjadi kendur dan longgar, tonus(tegangan otot), kekuatan, dan kendalinya pun buruk. Diameter vagina interna dan eksterna membesar. Otot perineum melemah, pendukungnya juga melemah. Perubahan-perubahan tersebut secara langsung mamupun tidak langsung akan berpengaruh pada kenikmatan hubungan seksual.

Maka dari itu, sebagian wanita menyadari bahwa peremajaan vagina sangatlah penting, sebab vagina merupakan salah satu organ tubuh yang dapat meningkatkan kepuasan dan kualitas hidup wanita.

Banyak wanita mengeluhkan pada usia 40 tahun keatas menyatakan “sekarang miss v saya tidak dapat menggigit seperti dahulu” maka dari itu tindakan peremajaan vagina dibutuhkan untuk mengencangkan miss v seperti saat sebelum melahirkan.

Vaginoplasty & Labiaplasty


Tindakan Vaginoplasty adalah tindakan operasi yang bertujuan untuk mengencangkan miss v. Operasi ini dilakukan dengan mengencangkan otot dan penyangga disekelilingnya. Tindakan ini dilakukan untuk mengembalikan kekencangan otot yang sering melemah akibat proses penuaan dan persalinan.

Tindakan vaginoplasty sering dilakukan berbarengan dengan tindakan labiaplasty. Labiaplasty adalah tindakan operasi dengan cara memotong dan membentuk bibir dalam (labia minora) atau bibir luar (labia mayora) vagina atau keduanya.

Durasi & Efek Samping

Tindakan operasi ini hanya membutuhkan waktu masing-masing prosedur kurang lebih 1 jam. Efek samping dari tindakan ini adalah, vagina akan terasa sakit dan bengkak. Sementara itu, komplikasi yang mungkin terjadi adalah adanya infeksi, pendarahan dan luka.

Umumnya pasien yang telah menjalani operasi vaginoplasty dan labiaplasty dapat melakukan hubungan intim kembali setelah 3-4 minggu.

Anesthesi?

Tindakan ini dapat dilakukan dengan bius lokal, tetapi jika pasien merasa kurang nyaman dengan bius lokal dapat ditindaki dengan bius sedasi.
Setelah tindakan vaginoplasty dan labiaplasty tidak diperlukan untuk rawat inap, sehingga pasien langsung dapat istirahat di rumah setelah operasi dilakukan.

Apa yang harus dilakukan selama masa penyembuhan?

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pasien dalam masa pemulihan, sebagai berikut :

  • Mengonsumsi antibiotic untuk mengurangi rasa sakit dan risiko infeksi. Sebab di sekitar bibir vagina akan terasa perih dan memar.
  • Menghentikan aktivitas berat atau olahraga berat kurang lebih selama tiga bulan.
  • Tidak boleh menggunakan tampon selama 10 hari kemudian.
  • Pasien juga harus memakai sebuah pad selama ada rembesan darah.

98% wanita yang telah menjalani operasi vaginoplasty dan labiaplasty puas dengan hasil setelah tindakan.

Menarik bukan ? merasa perlu tindakan vaginoplasty dan labiaplasty ? yuk segera konsultasikan dengan dokter kami.

Baca juga: O-Shot - Sebuah Solusi Untuk Meningkatkan Gairah Sexual

Please follow and like us:
error0
Tweet 20
fb-share-icon20

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *