Tanya Jawab - Bedah Estetik Genital

Vaginoplasty

Vaginoplasty adalah prosedur bedah yang dapat membantu wanita yang telah beberapa kali menjalani persalinan untuk mengencangkan dan meningkatkan sensitivitas vagina. Vaginoplasty bertujuan untuk mengencangkan otot vagina dan jaringan lunak sekitarnya, dan pada akhirnya akan meningkatkan kualitas hubungan seksual.

Kandidat klien yang dapat menjalani tindakan operasi ini adalah mereka yang memiliki keluhan pembesaran diameter vagina yang menyebabkan hilangnya rasa sensasi seksual dan sukar menahan air kecil saat batuk.

Berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik , diskusikan sejarah medis sebelum melakukan operasi, lakukan pemeriksaan cek lab, minimal 2 minggu sebelum operasi, pasien wajib berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Berhenti mengonsumsi suplemen yang mengandung ginko biloba, vitamin E, dan obat-obatan yang bersifat pengencer darah.

Prosedur ini akan dilakukan di bawah anestesi lokal dan memakan waktu sekitar 1 jam untuk pengerjaan.

operasi ini bersifat one-day surgery, artinya dapat dilakukan tanpa rawat inap. Penyembuhannya relatif cepat, hanya dalam waktu satu minggu. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masa pemulihan operasi, sebagai berikut : – Tidak boleh melakukan hubungan seksual selama sekitar empat minggu. Sebab, daerah bibir luar dan dalam vagina dan sekitarnya mungkin sedikit memar.
– Mengonsumsi antibiotic untuk mengurangi rasa sakit dan risiko infeksi. Sebab, setelah operasi akan terasa perih dan memar disekitar vagina.
– Pasien harus menhentikan aktivitas berat atau olahraga berat selama tiga bulan atau lebih.
– Pasien juga tidak boleh menggunakan tampon selama 10 hari kemudian.
– Pasien juga harus memakai sebuah pad selama ada rembesan darah.

Vagina akan terasa sakit dan bengkak. Sementara itu, komplikasi yang mungkin terjadi adalah adanya infeksi, pendarahan dan luka.

Labiaplasty

Labiaplasty adalah prosedur untuk wanita yang memiliki masalah dengan bibir vagina yang besar atau lebar, labia asimetris atau masalah yang berhubungan dengan alat kelamin perempuan. Labiaplasty memungkinkan pengurangan bibir vagina yang mengendur (labia minora dan labia majora) untuk mempercantik penampilan luar vagina.

Labiaplasty adalah suatu prosedur pembedahan untuk memotong dan membentuk bibir vagina bagian dalam (labia minora), bibir luar (labia majora) atau keduanya. Labia minora adalah flaps dalam kulit yang menutupi klitoris dan vagina. Labia majora adalah bagian dari labia di bagian luar tubuh. Labia dapat memanjang atau asimetris sebagai akibat dari hubungan seksual, melahirkan, genetika atau proses penuaan.

Berikut ini kandidat terbaik yang dapat menjalani tindakan operasi ini :

  • Mereka yang memiliki bentuk bibir vagina dalam maupun luar yang memanjang atau menggantung dan menimbulkan rasa sakit. Akibatnya mereka merasa kurang percaya diri ketika melakukan hubungan seksual atau melakukan aktivitas olahraga atau memakai celana jeans.
  • Mereka yang memiliki kondisi kesehatan yang baik.
  • Mereka yang memiliki lemak tebal dibawah organ vital (bibir vagina) dapat juga melakukan sedot lemak (liposuction)

berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik , diskusikan sejarah medis sebelum melakukan operasi, lakukan pemeriksaan cek lab, minimal 2 minggu sebelum operasi, pasien wajib berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Berhenti mengonsumsi suplemen yang mengandung ginko biloba, vitamin E, dan obat-obatan yang bersifat pengencer darah.

Prosedur ini akan dilakukan di bawah anestesi lokal dan memakan waktu sekitar 1 jam untuk pengerjaan.

Operasi ini bersifat one-day surgery, artinya dapat dilakukan tanpa rawat inap. Penyembuhannya relatif cepat, hanya dalam waktu satu minggu. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masa pemulihan operasi, sebagai berikut :

  • Tidak boleh melakukan hubungan seksual selama sekitar empat minggu. Sebab, daerah bibir luar dan dalam vagina dan sekitarnya mungkin sedikit memar.
  • Mengonsumsi antibiotic untuk mengurangi rasa sakit dan risiko infeksi. Sebab, setelah operasi akan terasa perih dan memar disekitar bibir vagina.
  • Pasien harus menhentikan aktivitas berat atau olahraga berat selama tiga bulan atau lebih.
  • Pasien juga tidak boleh menggunakan tampon selama 10 hari kemudian.
  • Pasien juga harus memakai sebuah pad selama ada rembesan darah.

Resiko operasi ini mencakup infeksi, pendarahan, antara bibir dalam dan luar kadang mengalami asimetri, terjadinya perubahan warna pigmen, adanya lebam di vagina, danterjadinya penumpukan darah.

Hymenoplasty

Selaput dara, oleh masyarakat umum masih dianggap sebagai lambang kesucian wanita. Dalam beberapa kasus, kerusakan selaput dara tidak hanya disebabkan oleh hubungan seksual, tapi bisa juga karena kecelakaan. Kondisi tersebut dapat ditolong dengan operasi perbaikan selaput dara.berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik , diskusikan sejarah medis sebelum melakukan operasi, lakukan pemeriksaan cek lab, minimal 2 minggu sebelum operasi, pasien wajib berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Berhenti mengonsumsi suplemen yang mengandung ginko biloba, vitamin E, dan obat-obatan yang bersifat pengencer darah. 

Berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik , diskusikan sejarah medis sebelum melakukan operasi, lakukan pemeriksaan cek lab, minimal 2 minggu sebelum operasi, pasien wajib berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Berhenti mengonsumsi suplemen yang mengandung ginko biloba, vitamin E, dan obat-obatan yang bersifat pengencer darah.

Prosedur ini akan dilakukan di bawah anestesi lokal dan memakan waktu sekitar 1 jam untuk pengerjaan.

Operasi ini bersifat one-day surgery, artinya dapat dilakukan tanpa rawat inap. Penyembuhannya relatif cepat, hanya dalam waktu satu minggu. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masa pemulihan operasi, sebagai berikut :

  • Tidak boleh melakukan hubungan seksual selama sekitar empat minggu. Sebab, daerah bibir luar dan dalam vagina dan sekitarnya mungkin sedikit memar.
  • Mengonsumsi antibiotic untuk mengurangi rasa sakit dan risiko infeksi. Sebab, setelah operasi akan terasa perih dan memar disekitar bibir vagina.
  • Pasien harus menhentikan aktivitas berat atau olahraga berat selama tiga bulan atau lebih.
  • Pasien juga tidak boleh menggunakan tampon selama 10 hari kemudian.
  • Pasien juga harus memakai sebuah pad selama ada rembesan darah.

O-Shot

Operasi o-shot bertujuan untuk meningkatkan kepuasan sementara pada wanita yang aktif secara seksual dengan fungsi seksual yang normal. Prosedur ini melibatkan penambahan ukuran dan sensitivitas o-shot. Prosedur o-shot saat ini menjadi tren di kalangan masyarakat. Prosedur ini juga melibatkan injeksi filler / fat transfer dan prosedur prp (platelet rich plasma) langsung pada daerah tersebut.

Berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik , diskusikan sejarah medis sebelum melakukan operasi, lakukan pemeriksaan cek lab, minimal 2 minggu sebelum operasi, pasien wajib berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Berhenti mengonsumsi suplemen yang mengandung ginko biloba, vitamin E, dan obat-obatan yang bersifat pengencer darah.

Prosedur ini akan dilakukan di bawah anestesi lokal dan memakan waktu sekitar 1 jam untuk pengerjaan.

Prosedur ini akan dilakukan di bawah anestesi lokal dan memakan waktu sekitar 1 jam untuk pengerjaan.

Hoodectomy

Hoodectomy ini merupakan tindakan yang bertujuan untuk mengurangi kulup klitoris. Prosedur ini dapat dikerjakan bersama dengan Labiaplasty. Pada prosedur ini dilakukan pengurangan kulup klitoris, klitoris akan lebih terekspos dan lebih mudah terstimulasi sehingga akan menambah kenikmatan seksual.

Berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik , diskusikan sejarah medis sebelum melakukan operasi, lakukan pemeriksaan cek lab, minimal 2 minggu sebelum operasi, pasien wajib berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Berhenti mengonsumsi suplemen yang mengandung ginko biloba, vitamin E, dan obat-obatan yang bersifat pengencer darah.

Prosedur ini akan dilakukan dengan anestesi lokal dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit.

Operasi ini bersifat one-day surgery, artinya dapat dilakukan tanpa rawat inap. Penyembuhannya relatif cepat, hanya dalam waktu satu minggu. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masa pemulihan operasi, sebagai berikut :

  • Tidak boleh melakukan hubungan seksual selama sekitar empat minggu. Sebab, daerah bibir luar dan dalam vagina dan sekitarnya mungkin sedikit memar.
  • Mengonsumsi antibiotic untuk mengurangi rasa sakit dan risiko infeksi. Sebab, setelah operasi akan terasa perih dan memar disekitar bibir vagina.
  • Pasien harus menhentikan aktivitas berat atau olahraga berat selama tiga bulan atau lebih.
  • Pasien juga tidak boleh menggunakan tampon selama 10 hari kemudian.
  • Pasien juga harus memakai sebuah pad selama ada rembesan darah.

Vulvar Lipoplasty

Prosedur vulvar lipoplasty ini merupakan prosedur untuk beberapa wanita yang bagian pubisnya tampak menonjil karena tumpukan lemak yang berlebihan. Begitu juga daerah di luar kemaluan. Melalui prosedur liposuction dengan menggunakan kanula halus, tumpukan lemak ini dapat dikeluarkan sehingga bentuk pubis dan vagina akan lebih indah.

Berkonsultasi dengan dokter spesialis bedah plastik , diskusikan sejarah medis sebelum melakukan operasi, lakukan pemeriksaan cek lab, minimal 2 minggu sebelum operasi, pasien wajib berhenti merokok dan mengonsumsi alkohol. Berhenti mengonsumsi suplemen yang mengandung ginko biloba, vitamin E, dan obat-obatan yang bersifat pengencer darah.

Prosedur ini akan dilakukan dengan anestesi lokal dan membutuhkan waktu sekitar 15 menit.

Operasi ini bersifat one-day surgery, artinya dapat dilakukan tanpa rawat inap. Penyembuhannya relatif cepat, hanya dalam waktu satu minggu. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam masa pemulihan operasi, sebagai berikut :

  • Tidak boleh melakukan hubungan seksual selama sekitar empat minggu. Sebab, daerah bibir luar dan dalam vagina dan sekitarnya mungkin sedikit memar.
  • Mengonsumsi antibiotic untuk mengurangi rasa sakit dan risiko infeksi. Sebab, setelah operasi akan terasa perih dan memar disekitar bibir vagina.
  • Pasien harus menhentikan aktivitas berat atau olahraga berat selama tiga bulan atau lebih.
  • Pasien juga tidak boleh menggunakan tampon selama 10 hari kemudian.
  • Pasien juga harus memakai sebuah pad selama ada rembesan darah.