Tummy Tuck: Pengertian, Manfaat, dan Resikonya

Tummy Tuck: Pengertian, Manfaat, dan Resikonya

Di zaman sekarang ini, ada cara instan dan praktis untuk mengecilkan perut, yakni Tummy Tuck. Pernah mendengar istilah yang satu ini? Beberapa orang juga mengenalnya dengan istilah medis AbdominoplastyAbdominoplasty sendiri memiliki arti sebuah tindakan mengurangi lemak di perut dengan cara operasi atau bedah.

Problema Perut Buncit

Salah satu hal yang membuat seseorang kurang percaya diri adalah memiliki perut buncit.

Ya, baik pria maupun wanita, tentu tidak ada yang menginginkan perut buncit bukan? Hal tersebut sangat mengganggu penampilan.

Tak hanya itu, bagi mereka yang berperut buncit berisiko bagi kesehatan. Berbagai macam penyakit sangat mudah datang nantinya, seperti stroke, jantung, diabetes dan lain sebagainya.

Nah, karena berbagai alasan tersebut, maka banyak orang yang berupaya meratakan perut agar timbunan lemak hilang dengan banyak cara.

Cara yang paling sering dilakukan orang untuk mengecilkan perut adalah menkgonsumsi obat atau jamu pelangsing perut, olahraga teratur dan mengatur pola makan.

Namun, cara tersebut tidak memberi efek instan, Anda perlu melakukannya berulang kali secara rutin.

Dengan melakukan bedah plastik dan membuang lemak yang berlebih, maka tentu perut Anda akan mengecil secara instan bukan?

Tummy Tuck VS Liposuction

Lantas apa bedanya dengan sedot lemak atau Liposuction? Tentu jauh berbeda.

Sedot lemak mampu membuang lemak di perut secara instan, namun tidak mengencangkan otot serta kulit perut.

Sementara Tummy Tuck mampu menarik otot dan kulit perut yang bergelambir, kemudian kelebihan dari kulit perut tersebut akan dihilangkan. Jadi, tidak ada lagi kulit perut yang nampak menggantung atau bergelambir.

Cara mengecilkan perut dengan operasi atau bedah ini lebih banyak dilakukan oleh wanita, karena pada hakikatnya wanita ingin selalu nampak cantik dan langsing. Namun Banyak juga pria yang memilih cara operasi untuk menghilangkan lemak di perut di beberapa klinik kecantikan, dengan alasan kesehatan.

Tidak semua orang boleh melakukan Tummy Tuck, karena menurut beberapa pengalaman, tummy tuck termasuk operasi besar yang cukup berisiko.

Siapa saja yang boleh dan tidak diperbolehkan operasi Tummy Tuck?

Untuk Kalian Yang Kesulitan Menghilangkan Lemak Di Perut

Bagi Anda yang sudah melakukan berabgai cara, mulai dari memperbaiki pola makan, berolahraga teratur dan mengonsumsi berbagai macam obat serta jamu tradisional dan masih mengalami kesulitan dalam menghilangkan lemak tersebut, maka diperbolehkan untuk operasi perut. Hal ini berarti Anda sudah melakukan berbagai cara, 

Dengan kata lain, Tummy Tuck adalah cara terakhir yang dilakukan untuk mengecilkan perut. Agar lebih aman lagi, sebaiknya konsultasikan kepada dokter sebelum mengambil keputusan.

Biasanya dokter akan menyarankan cara yang lebih ringan terlebih dahulu, seperti olahraga, diet dan mengonsumsi obat. Namun bila cara tersebut tidak membuahkan hasil padahal sudah dilakukan dalam kurun waktu yang cukup lama, maka dokter akan menyarankan cara lebih ekstrim, seperti Tummy Tuck.

Tidak Disarankan Untuk Orang Yang Mempunyai Penyakit Berat

Operasi mengecilkan perut harus dijalani oleh seseorang yang berkondisi fisik sehat. Bagi Anda yang menderita penyakit jantung, stroke, diabetes dan lainnya, tidak diperkenankan menjalani operasi mengecilkan perut, karena akan berisiko pada penyakit yang diderita.

Jadi, sebelum melakukan operasi, periksalah kesehatan Anda, pastikan bahwa kondisi tubuh benar-benar sehat, fit dan bebas dari penyakit, khususnya penyakit berat. Apabila memang ada penyakit berat, lakukanlah cara lain yang lebih aman, seperti olahraga dan mengatur pola makan.

Untuk Wanita Yang Tidak Berencana Hamil Lagi

Tidak semua wanita boleh melakukan operasi Tummy Tuck, karena operasi ini berisiko pada kehamilan. Ya, bagi Anda yang belum mempunyai anak atau masih ingin mempunyai anak lagi, sebaiknya jangan gunakan cara operasi mengecilkan perut.

Mengapa demikian? Operasi tersebut akan menarik sekaligus membuang kulit dan otot perut yang berlebih agar kencang. Nah, apabila Anda hamil, perut akan membesar dan kendur kembali, maka operasi yang pernah dilakukan sebelumnya akan sia-sia. Umumnya operasi perut dilakukan oleh ibu-ibu pasca melahirkan namun sudah tidak berencana memiliki anak lagi.

Jadi, bagi Anda yang ingin melakukan operasi tummy tuck, perhatikan dahulu hal-hal di atas, agar operasi tetap aman dan tidak berisiko pada kesehatan tubuh dan organ tubuh lainnya.

Karena banyak ibu yang melakukan operasi Tummy Tuck setelah melahirkan, maka banyak yang berpikir bahwa operasi tersebut dilakukan bersamaan dengan operasi Caesar. Apakah hal tersebut dibenarkan? Tentu saja tidak, cara tersebut justru akan sangat berisiko.

Mau tahu apa saja resiko mengecilkan perut yang dilakukan bersamaan melahirkan? 

  1. Bagi Anda yang nekat melakukan operasi Caesar sekaligus operasi Abdominoplasty, maka akan beresiko mengalami pendarahan sangat hebat. Hal ini tentu menyebabkan kurang darah dan kurang cairan. Pembuluh darah pun justru tersumbat gumpalan lemak.
  2. Jaringan perut pasca persalinan atau setelah operasi caesar masih sangat lunak, sehingga cukup berisiko bila Anda melakukan operasi mengecilkan perut. Sebaiknya tunggulah hingga setengah tahun atau satu tahun pasca melahirkan, untuk memastikan bahwa jaringan perut sudah benar-benar kuat dan siap melakukan operasi Tummy Tuck.
  3. Mengecilkan perut dengan cara operasi setelah melahirkan akan berdampak pada produksi ASI. Jaringan lemak di payudara erat hubungannya dengan jaringan lemak yang ada di perut. Jadi, produksi ASI akan berkurang, bahkan ASI tidak keluar pasca operasi pengecilan perut.

Nah, apabila sudah mengetahui syarat-syarat dan bahayanya Tummy Tuck pasca persalinan, Anda  juga harus mengetahui  apa saja yang harus dilakukan setelah operasi ini.

Jika dilakukan, cara di bawah ini akan memaksimalkan proses pengecilan dan pengencangan perut. Yuk simak!

  1. Mengenakan korset setelah operasi selama 2 hingga 3 bulan. Apabila tidak betah mengenakannya selama 3 bulan, Anda bisa mengenakannya selama 3 minggu saja, namun tentu hasilnya akan berbeda.
  2. Jangan beraktivitas berat setelah operasi, bahkan untuk berjalan saja Anda harus menunggu 5 hari setelahnya, karena di 5 hari pertama Anda harus berbaring. Aktivitas yang berat-berat baru boleh dilakukan setelah 3 bulan operasi.
  3. Terapkanlah pola hidup sehat, atur pola makan, waktu olahraga, serta waktu tidur yang baik, agar perut tidak membuncit kembali. Ya, meski sudah operasi, namun kemungkinan lemak tertimbun di perut tetap ada jika Anda tidak menerapkan pola hidup sehat.

Lantas, apakah setelah perut kembali buncit Anda bisa melakukan operasi Tummy Tuck lagi?

Tentu saja boleh, dengan syarat jangka waktu operasi pertama dengan operasi selanjutnya sudah lebih dari 1 tahun. Akan tetapi, sebaiknya cara tersebut dilakukan sekali saja, agar tidak berisiko.

Jadi, agar perut tetap langsing dan tidak lagi melakukan operasi, sebaiknya terapkan cara atau treatment pengencangan perut yang sudah dipaparkan di atas, yakni mengenakan korset, tidak melakukan aktivitas berat setelah operasi dan melakukan pola hidup sehat.

Jangan hanya asal melakukan Tummy Tuck demi perut langsing, Anda harus memperhatikan syarat, ketentuan dan efek sampingnya.

Dengan memperhatikan hal tersebut, maka tidak akan berisiko bagi kesehatan Anda.

Selain itu, penampilan Anda terutama bagian perut akan lebih langsing, ramping dan tidak bergelambir.

Baca juga: Breast Augmentation: Teknik Pembesaran Payudara

Please follow and like us:
error0
Tweet 20
fb-share-icon20

2 Responses

    1. Hello Yogi Aditya,

      Thanks for visiting our website.
      If you are interested in Tummy Tuck, we would suggest you do a consultation with our specialist.
      You can reserve online via our website by pressing “make an appointment” button on the menu or kindly fill in the form below and send to info@ultimoclinic.com
      Name:
      Phone Number:
      City:
      Procedure:

      For fast respond, you can contact us at:
      Ultimo Clinic Jakarta : + 622151400333 (Phone) / +6281113106457 (whatsapp)
      Ultimo Clinic Tangerang : +622180821662 (Phone) / +6281283599449 (whatsapp)
      Ultimo Clinic Surabaya : +62315621028 (Phone) / +628155045567 (whatsapp)
      Ultimo Clinic Bali : +623618947523 (Phone) / +6281113106454 (whatsapp)

      See you soon at Ultimo Clinic
      http://www.ultimoclinic.com

Leave a reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *