• Plaza ASIA, Sudirman — Jakarta Selatan

Permak Dada Agar Montok dan Seksi… Amankah Bagi Kesehatan?

Smiling,Brunette,Businesswoman,Sitting,Against,Gray,Background.,Confident,Female,Professional

Sepertinya bukan hanya pria yang mudah tertarik pada wanita dengan dada kencang, montok, dan seksi. Para wanita pun bermimpi memilikinya, apalagi mereka yang mengalami kondisi payudara mengendur setelah hamil dan melahirkan serta faktor usia.
Ā 
Permak payudara mungkin sudah lazim diketahui banyak orang. Namun yang menjadi keraguan adalah, apakah prosedurnya aman? Apakah hasilnya dapat berdampak buruk terhadap kesehatan tubuh?
Ā 
Sebelum lebih jauh ke topik itu, sebaiknya kita perlu tahu dulu bahwa prosedur pembesaran payudara (breast augmentation) atau bahasa medisnyaĀ augmentation mammoplastyĀ sebenarnya adalah prosedur operasi plastik yang bertujuan untuk meningkatkan volume payudara agar terlihat padat dan kencang.
Ā 
Ada beberapa prosedur yang dapat dijalani, yakni dengan memindahkan lemak dari area tubuh lain, misalnya dari bokong atau paha atau bisa juga dengan memasukkan/menggunakan bahan buatan seperti silikon ke dalam payudara.
Ā 
Pembesaran payudara dengan menggunakan prosedurĀ fat transferĀ biasanya harus dilakukanĀ berbarenganĀ dengan prosedur sedot lemak (liposuction) untuk mengambil/mengangkat lemak dari area tubuh lain kemudian memindahkannya ke payudara melalui cara penyuntikan.
Ā 
Prosedur pembesaran dengan transfer lemak cocok untuk wanita yang secara alamiah memiliki ukuran payudaraĀ miniĀ dan ingin sedikit melakukan proses pembesaran namun masih dalam ukuran yang wajar. Tujuan pembesaran dengan transfer lemak dapat pula ditujukan untuk menyeimbangkan ukuran kedua payudara karena pada banyak kasus, ukuran payudara kiri dan kanan tidak sama besar.
Ā 
Prosedur lain adalah pembesaran payudara dengan memasukkan implan berbahan silikon ke dalam payudara melalui operasi plastik. Banyak orang yang ragu dan meragukan penggunaan implan silikon karena khawatir bahan ini dapat menyebabkan kanker payudara, infeksi kulit, hingga bisaĀ meledakĀ jika telah melewati batas waktu tertentu.
Ā 
Pertama perlu difahami bahwa implan silikon yang dipakai saat operasi plastik pembesaran payudara berbeda dengan injeksi silikon untuk tujuan yang sama. Injeksi cairan silikon untuk perawatan kecantikan sudah dilarang di beberapa negara, bahkan sejak 1992 di Amerika sudah dianggap sebagai tindakan ilegal.
Ā 
Cairan silikon yang disuntikkan dapat berdampak negatif pada kesehatan, khususnya saat mulai bercampur dengan darah. Efek yang ditimbulkan juga beragam, seperti memperbesar resiko penularan HIV, Hepatitis B, Hepatitis C, masalah inflamasi kulit, infeksi kulit, pendarahan di paru-paru hingga menyebabkan kematian.
Ā 
Berbeda dengan itu, implan silikon sudah melalui masa pengujian yang panjang soal tingkat keamanan dan masa kadaluarsa. Sejauh ini, implan silikon dinilai aman karena tidak akan bercampur dengan darah serta tidak ada klaim masa kadaluarsa sehingga tidak ada periode tertentu bahan ini harus diganti dengan yang baru setelah proses operasi plastik dilakukan.
Ā 
Ingin payudara kembali kencang, padat dan seksi? Lebih baik menghubungi dokter bedah plastik agar mendapatkan manfaat yang dijamin aman serta terhindar dari efek samping yang mengancam jiwa.